Merubah Link Menjadi Do Follow

Posted by Deta on Friday, February 27, 2009Wednesday, February 25, 2009Saturday, February 21, 2009Friday, February 20, 2009

Udah banyak mungkin yah yang ngebahas tentang Do Follow dan nofollow,
tp gapapa deh, bagi yang udah tau byr lebih inget lagi, buat yang lom tau, sekarang jadi tau,,,, hehehehe, sebenernya c ini juga sebagai arsip aja ...

kemarin googeling, cara mengetahui blog yang menganut sistem no follow dan do follow tuh ky gimana....
kirain cara ngeceknya susah, ternyata cuma kita klik kanan link yang ingin diketahui no follow apa dofollow nya-Properties. Tp eiiiittzzz, cara ini hanya bisa diterapkan jika menggunakan browser Mozilla Firefox



Nah, kalo munculnya Dofollow, berarti link nya sudah Do follow, kalo Nofollow, berarti ya Nofollow,,,,hehehehe..



Kenapa c lo ta repot-repot amat???

Ini semua gara-gara adv Blogvertise yang rese,,, pengen linknya Do follow, karena blog ini masih no follow, mulai deh gw obrak-abrik EDIT HTML nya, ternyata di HTML blog ini gak ada tulisan Nofollow yang tadinya akan gw hapus. supaya bisa jadi Do follow,,,
OOw,,,,,
kirain musti ganti template again... tp untungnya ada kangnoval yang bantuin deta,
jadi tanpa harus mengobrak-abrik HTML link untuk Review ini, Review ini udah jadi Do follow semua, caranya, tinggal ganti aja cara me-link pas posting. dan akhirnya sekarang di aprrove deh.... huhuy....

Kode yang biasanya gw pake adalah

<a href="alamat" >tulisan yang akan dimunculkan </a >


Nah, seharusnya yg ky gini udah dofollow, kalo kita pasang ky gini dan di cek yang muncul malah



atau


itu juga udah menandakan Do Follow kok,,,

Tp entah napa,,, dasar blog nya rese kali yah, pas post kmren linknya malah nofollow, makanya diganti deh, tinggal ditambahin jadi

<a href="alamat" rel="dofollow">tulisan yang akan dimunculkan</a>


Udah deh, kalo udah selese posting, tinggal Publish Post.....
makasih kang Noval... ^_^

Banyak jalan menju Roma, yang mau share cara lain silahkan komeng2 ^_^

sumber : abibakar.com
More aboutMerubah Link Menjadi Do Follow

Kasih Sayang

Posted by Deta on Friday, February 27, 2009Wednesday, February 25, 2009Saturday, February 21, 2009Friday, February 20, 2009

Pas lagi ngoprek2 Kompi, ada ini… pas gw baca…

dirikuwh tak bisa Menceritakannya kembali.............

Untuk lebih Jelas nya…baca ajah yah Ndiri…. :)

"Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. "Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus-menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!" Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung.

Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi." Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun - tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin.

Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik... hasil yang begitu baik..."

Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya?

Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?" Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku".

Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"

Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya, kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini."

Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimimu uang." Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).

Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana! "Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir.

Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?" Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku.

Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga!

Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..." Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya

kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya.
Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23. Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana.

Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.

"Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!"

Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.." Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerjadi lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..."

Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.

Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26. Ketika aku menikah, aku tinggal di kota.

Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini." Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemenpemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.

Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya.

Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini.

Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?" Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?" Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah, "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!" "Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, aku akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Sad Story….
More aboutKasih Sayang

Gaul Asyik di Kost

Posted by Deta on Friday, February 27, 2009Wednesday, February 25, 2009Saturday, February 21, 2009Friday, February 20, 2009

Mahasiswa pasti gak jauh dengan yang namanya kost, entah kamu sendiri nge-kost, ataupun numpang istirahat di kost-an temen.... wkwkwkkwkw.....

Kita pasti mengharapkan bisa hidup nyaman di kost-an, dan sukses dgn kuliahnya....
hohohoho, Bangettttttt....

Nah, ada beberapa Tips buat kamu2 yang mau hidup ngekost.....

1. Hormati Induk Semang
Pasti tempat itu ada yang punya khan..... Ibu kost, bapak kost, atau semacam nya lah....
Hormati Ibu kost dan keluarganya, jaga kesopanan dan taati peraturan yang dibuat si empunya kost. yah, ibaratnya dimana bumi dipijak disitulah langit di junjung. percaya deh, kalo kita menghormati orang lain dan menunaikan kewajiban dengan baik juga, otomatis orang juga begitu... ssstttt,,,, termasuk bayar kost loh....

2. Kenali penghuni lainnya
Lucu donk, tinggal 1 atap tapi gak gak kenal ama temen-temen yang tinggal bareng kamu.
Dan dalam 1 kostan pasti punya karakter masing-masing, ada orang jawa, orang sunda, ada kalimantan, ada orang batak, wah.... macem-macem....
nah disini kita harus belajar untuk bisa mengendalikan diri tengah beragam karakter yang ada.

3. Kost=Keluarga
Layaknya keluarga harus ada rasa saling melindungi dan peduli, jangan semua gue. Kalau kamu di keluarga sebagai sulung, mungkin kost menjadikan mu lebih matang, kalo kita terbiasa "mapan" dirumah, alias hidup dengan lancar-lancar aja tanpa hambatan finansial dan hal lainnya, maka kost bisa jadikan kita lebih mandiri dan mengambil keputusan.

4. Respect to elder, love the younger
Jika kita sebagai penghuni baru, apalagi kalo mahasiwa baru pula, nah kita bisa lebih tepo saliro dan gak over acting. wajar aja,,, jangan pernah sekali-kali punya anggapan "alaaaaahhh,,, kan sama-sama bayar disini, terserah aku donk".
yah, kalo kita merasa di Tua kan, atau emang beneran tua, kita juga gak mungkijn donk bertindak semaunya. Kita semestinya memiliki sikap pengasih, perhatian, dan mau membimbing, berusaha jadi teladan yang baik. tapi gak perlu juga dipaksakan loh. karena gak ada yang sempurna, jadi yang mungkin bisa kita lakukan adalah mengajak yang lebih muda untuk berproses bersama menjadi lebih baik dan dewasa di kost.
Dewasa bukan masalah umur, tapi bagaimana kita menyikapi suatu masalah...

5. Problem Solver, bukan Trouble maker
Point ini bener2 berhubungan ama kedewasaan, salah satu ciri dewasa adalah mampu mengenali masalah yang terjadi disekitar kita,dan berusaha untuk menyelesaikannya. emang c kita bukan super woman dan supermen,tapi hidup di rumah atau asrama harus membuat kita siap untuk menjadi seorang pemecah masalah, bukan malah jadi biang onar....
spaneng juga kan kalo kita ada masalah di kampus atau di rumah, di tambah lagi muncul trouble maker di kost....
belajar untuk menjadi orang yang tanggap terhadap situasi dan kondisi, peka terhadap lingkungan, dan prokatif, terbuka menerima masukan, curhat dan kritik.
bukan berrti juga sok tahu, tp kalo untuk kepentinagn bersama, kenapa nggak????

6. Taati Aturan
Setiap orang pasti butuh aturan, walau pun ada istilah, aturan untuk dilanggar,hohohohoh... jgn d tiru....
aturan-aturan seperti jam malam, jam kunjung tamu, larangan bawa teman lawan jenis apalagi kalo sampai masuk kamar.
inget friends, kita hidup di tempat orang, dan kita juga harus hormati aturan dan tata krama disitu.
7. Welcome to My Room
Emang asyik ngumpul di kos,,, kamar yang sekaligus ruang tamu... hihihi...
gak enak jg kan kalo kamar kita berantakan, gak enak diliat, dan terkesan jorok,,,,
supaya kita nyaman tinggal di kamar,, bis capek beraktivitas di luar, masa pulang-pulang kita harus meihat kamar yang berantakan juga??? gak banget khan....

Gimana kamar kos kamu???

More aboutGaul Asyik di Kost

AWARD

Posted by Deta on Friday, February 27, 2009Wednesday, February 25, 2009Saturday, February 21, 2009Friday, February 20, 2009

BlagaBloger yang baik hati se-kolong jembatan. itulah yang dikatakan JONK Pemberi kejutan kali ini....
Oh Nice..... asa gak enak perasaan.....
ternyata oow, bener dapet Pr,,, tp untung nya d kasih AWARD juga,,,, huwehehehehe.... makasih Jonk....
Yah, walaupun kemaren2 gw dapet segudang award n PR, tp sekarang agak sepi juga PR n awardnya,,,, huwahahah,,,, gpp lah, mengenang masa2 sibuk ntu.....

Nah, ini dy tag nya.....
1. First Award rules are :


* Put the logo in your post.
* Write 5 things you are passionate about aside from blogging.
* Tag 5 people on your lists and let them know you tagged them. Five things I’m passionate about apart from blogging :

1. Yang pasti bisa tidur di kasur tercintah.... minggu nie gw udah brp hari yah gak pulang.... wkwkwkw...
2. ketemu temen2 SMA... Team 5 Mis U all...
3. Chating..... nie pasti....
4. Nonton Film....
5. Belanja, Kebanyakan c muter2nya ampe kaki gempor....

2. Second Award rules are :

*The Blogger manifests exemplary attitude, respecting the nuances that pervades amongst different cultures and beliefs.
*The Blog contents inspire; strives to encourage and offers solutions.
*There is a clear purpose at the Blog; one that fosters a better understanding on Social, Political, Economic, the Arts, Culture and Sciences and Beliefs.
*The Blog is refreshing and creative.
*The Blogger promotes friendship and positive thinking.

The Blogger who receives this award will need to perform the following steps:
1. Create a Post with a mention and link to the person who presented the Noblesse Oblige Award.
2. The Award Conditions must be displayed at the Post.
3. Write a short article about what the Blog has thus far achieved – preferably citing one or older Post to support.
4. The Blogger must present the Noblesse Oblige Award in concurrence with the Award conditions.
Wew, panjang amat yah ntu Rulesnya....

yah, sekarang tinggal mengumumkan penerima AWARD ini... dan gw gak akan ngasih Rules yang njelibet.... gw mo kasih Award ini tanpa ada kewajiban sang penerima mewariskan nya ke orang lain....
tp wajib NERIMA awardnya..... huehehe, maksa....
Penerimanya adalah temen2 blogger yang udah banyak bantu deta, banyak bantu temen2 blogger yang lainnya.... walaupun kadang ngawurnya gak ketulungan....
tapi mereka memiliki hati yang baik. Bener kata Iklan di Tipi ntu....
Temen gak bisa dibeli......

Dan Award ini deta kasih ke
1. Om Tetetz yang 100% Ngawur
2. Kang Noval, Pencuri kode yang katanya Bego
3. Ragil yang sering ngajari banyak hal dan katnaya juga bego
4. Ifat, temen baik Deta, yang caem dan baik hati tapi terjerumus dalam gerombolan yang katanya bego semua
5. Achi yang Punya Blog Achiles
6. Mas Didiet yang baik hati terus berbagi ilmu...
7. Debrian yang jadi salah satu Inspirasi BlaGaBloGer"
8. Mba Lyla, Blogger Cewek yang jadi Inspirasi BlaGaBloGer juga
9. Cebong Ipiet, blog dan personality nya deta suka...
10. Buat Temen-temen yang gak gw sebutin satu2, yang udah membantu dan gak pelit2 berbagi ilmu....
Special Thanks buat Jonk yang pasti lo bosen liat tulisan ini.... Gw suka ama blog lo.... Wkwkwkkwkw,
JOnk, mantep deh akh....

More aboutAWARD

MORE THAN A PLACE TO STAY

Posted by Deta on Friday, February 27, 2009Wednesday, February 25, 2009Saturday, February 21, 2009Friday, February 20, 2009

You are a businessman? You are a backpacker? You are only someone in vacations that look for a place to stay and take a rest? Or you are the exchange students that need a place to stay? You can get the best place to stay easily and the place will be a good place for you.

You can visit cheaperthanhotels.co.nz to get the best accommodation for you in Australia, New Zealand, Auckland, wellington and other city. You can stay in the questapartment if you have a plan to stay for a long time in. And if you are a backpacker, the base backpacker hotels are the right choice for you. You can meet with other backpackers there. And if you are a businessman and look for a gorgeous hotel, you can stay in the grand chancellor hotel. The grand chancellor hotel in Auckland is in the city center. It will be easy for you to get to the publics service in a less time. The quest apartment, the base backpacker hotel and the grand chancellor hotel have a great facilities, it has the four stars hotels quality. Although you will get the best a hotel can give, you pay cheaper than other hotel with same quality. It's a benefit for you absolutely.

Now you get your accommodation. You also get a good quality hotel with a cheap price. You only need to enjoy your night in the hotel or apartment.

More aboutMORE THAN A PLACE TO STAY