TebaK-TebaKan Yuk....

Diposkan oleh Deta on Minggu, 27 Juli 2008Jumat, 25 Juli 2008Sabtu, 19 Juli 2008Rabu, 16 Juli 2008

Maen Tebak2an Yuk.....113 
01. Bebek apa yg jalannya selalu muter ke
kiri terus?

Bebek dikunci stang

02. Kenapa Bebek goreng enak rasanya?

Karena ada huruf 'B' nya, coba kalo nggak
ada, berani makan?

03. Ada bebek 10 di kali 2 jadi berapa ?

8, soalnya yg 2 lagi maen di kali, kan?

04. Hewan apa yg bersaudara?

Katak beradik

05. Kenapa anak kodok suka
loncat-loncat?

Biasalah... namanya juga anak-anak.
Suka iseng..

06. Hewan apa yg paling aneh?

Belalang kupu-kupu. Soalnya kalo siang
makan nasi

kalo malam minum susu

07. Hewan apa yang namanya 2 huruf?

U dan g

08. Apa yang mempunyai kaki enam
dan bisa terbang?

Tiga ekor burung!

09. Bagaimana caranya mencegah anjing
supaya tidak kencing di jok

belakang?

Pindahkan ke jok depan!

10. Punya delapan kaki tapi yang dipakai
cuma empat?

Seekor kuda yang sedang ditunggangi
dua orang!

11. Siapa yang selalu jadi korban
pemerasan?

ya..... Sapi perah!!!!

12. Bagaimana Membedakan Zebra
Jantan Dengan Betina

Zebra Jantan Aslinya Berwarna Hitam
Garis - Garisnya Putih,

Zebra BetinaAslinya Berwarna Putih
Garis - Garis Hitam

13. Kalau dipukul yang mukul malah
kesakitan?

Nyamuk yang lagi nempel di hidung!

14. Tikus kalo ulang taon minta hadiah apa?

Sepeda (bodo!! yg ulang taon khan dia..
jadi terserah dong..)

15. Gimana caranya tau di dalam kulkas
ada tikus?

Liat dulu.. di luar kulkas ada sepeda ga?

16. Berapa jumlah kaki seekor kerbau ?

Delapan (8) yaitu: dua kaki kiri,
dua kaki kanan, dua kakidepan, dan
dua kaki belakang

17. Hitam, putih, merah, apakah itu?

Zebra abis dikerokin

18. Monyet apa yg rambutnya panjang?

Monyet gondrong

19. Binatang apa yang kalau lagi
pilek paling menderita?

Gajah (bayangin aja sendiri)

20. Gajah apa yang belalainya pendek?

Gajah pesek
013_a


More aboutTebaK-TebaKan Yuk....

Pertanyaan saat Melamar Pekerjaan

Diposkan oleh Deta on Minggu, 27 Juli 2008Jumat, 25 Juli 2008Sabtu, 19 Juli 2008Rabu, 16 Juli 2008


apakah itu ekspresi anda saat merasa jenuh n lelah dengan pekerjaan anda sekarang??????

dan anda berniat mencari pekerjaan lain yang lebih membuat anda lebih bersemangat dan berkembang?????


Sah-sah saja, tapi persiapkan diri sebaik mungkin. Bila tes awal sudah dilewati, masih ada wawancara - bagian yang menurut banyak pelamar amat sulit dilewati. Agar gambaran tentang wawancara ini jelas, di bawah ini Anda bisa mengintip beberapa pertanyaan yang cukup sulit dijawab.

1--Berapa gaji yang Anda minta?
Jawab: Sebutkan gaji yang besarnya realistis. Lihat mata pewawancara, sebutkan jumlah, dan berhentilah bicara. Jangan bohong tentang gaji yang Anda terima di kantor sebelumnya, bila Anda sudah bekerja. Bila Anda merasa bahwa gaji Anda di kantor yang sekarang terlalu kecil, berikan penjelasan.

2--Apa kelebihan utama Anda?
Jawab: Pilih potensi Anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang Anda lamar. Hindari respons yang generik seperti pengakuan bahwa Anda pekerja keras. Lebih baik, berikan respons berupa, "Saya selalu diperbudak daftar pekerjaan yang saya buat sendiri. Sebab, saya tidak mau pulang sebelum pekerjaan di kantor beres semua."

3--Apa kekurangan Anda yang paling jelas?
Jawab: Jangan bilang Anda seorang perfeksionis (menunjukkan bahwa Anda Ehem....maaf bagi yang ngerasa!.....sombong). Lebih baik, jujur saja dan sebutkan kelemahan yang kongkret. Misalnya, Anda lemah menghitung di luar kepala, dan karenanya Anda mengatasinya dengan membawa kalkulator. Tapi, kemudian, susul dengan kelebihan Anda.

4--Di mana Anda melihat diri Anda lima tahun lagi?
Jawab: Gambarkan posisi yang realistis. Kira-kira dua-tiga posisi di atas posisi yang Anda lamar sekarang. Jangan sertakan cita-cita yang tak ada hubungannya dengan lamaran pekerjaan Anda, misalnya, ingin jadi bintang sinetron atau jadi novelis. Sebab, Anda akan tampak tidak fokus.

5--Mengapa Anda ingin meninggalkan kantor yang lama?
Jawab: Jangan sampai mengemukakan hal yang negatif. Kalau kenyataannya begitu, ucapkan dalam kalimat 'positif', misalnya bahwa Anda tidak melihat ada 'ruang' di mana Anda bisa berkembang. Lalu, jelaskan mengapa Anda menganggap bahwa pekerjaan di kantor baru ini memberi kesempatan yang lebih baik.

6--Adakah contoh kegagalan Anda?
Jawab: Ungkapkan kegagalan yang pernah Anda alami, tapi yang sudah terpenuhi solusinya. Supaya, pewawancara tahu bahwa Anda punya usaha untuk mengatasi masalah

7--Apakah Anda punya pertanyaan?

Jawab: Berikan paling sedikit dua pertanyaan yang terfokus pada kantor baru ini. Misalnya, Anda bertanaya apakah kantor ini sudah punya website. Atau, bisa juga Anda mempertanyakan kehadiran CEO yang Anda tahu baru saja diangkat - apakah membuat kinerja perusahaan semakin baik, dan semacamnya. Jangan bertanya tentang kepentingan Anda sendiri, misalnya, apakah karir Anda akan berkembang di sana.


nah... semoga Tips ini berguna bagi kawand2 yang mo ngelamar Kerjaan....


Sumber : Hannie K. Wardhanie (Astaga.com)

More aboutPertanyaan saat Melamar Pekerjaan

Kasih Sayang aDik BErkaka!

Diposkan oleh Deta on Minggu, 27 Juli 2008Jumat, 25 Juli 2008Sabtu, 19 Juli 2008Rabu, 16 Juli 2008

Pas lagi ngoprek2 Kompi, ada ini… pas gw baca…


dirikuwh tak bisa Menceritakannya kembali.............

Untuk lebih Jelas nya…baca ajah yaH Ndiri…. :)

"Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi

hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. "Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"


Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus-menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!" Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung.


Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi." Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun - tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin.


Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik... hasil yang begitu baik..."


Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya?

Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?" Saat itu juga,

adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku".

Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"


Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya, kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini."


Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimimu uang." Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).


Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana! "Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir.


Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?" Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku.


Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga!

Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..." Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya

kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya.
Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23. Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana.


Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.

"Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan

rumah kita!"

Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk

membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.." Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerjadi lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu

tidak menghentikanku bekerja dan..."


Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.

Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26. Ketika aku menikah, aku tinggal di kota.

Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini." Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemenpemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.


Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya.


Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini.


Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?" Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?" Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah, "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!" "Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."


Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, aku akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."


Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Sad Story….

More aboutKasih Sayang aDik BErkaka!

Semester 4

Diposkan oleh Deta on Minggu, 27 Juli 2008Jumat, 25 Juli 2008Sabtu, 19 Juli 2008Rabu, 16 Juli 2008

hadoh....Semester 4 da dimule...
pelajaran tambah Gaswat ajah nie..
hadooh!!!!!! ya ALLAH,,berilah kelancaran pada kuliah saya!

Akutansi Biaya, hm...Dosen nya!massa Alloh! pa LUKITO egen??? ngantuk dah...

akhi...akhi...ini nih...ada 2 kabar Gembira... hari ini.......
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI.....ikhiy...
Bakalan Rajin MaSuk de ni mata Kualiah!!! pe Seenggaknya tu Dosen masi ngajar kelas gw!

sama Dosen gw yang Cuantiieekkk...nama nya bu Ema! cantik...pinter...
tp "spidol disini kotor" wkwkwkkwk... yg nyantol itu duank kayanya omongan dia!


betah dah gw semester 4 ini,,, kcuali pelajarannya sue2 bro!
Semoga kami BerhasiL menghadapi semester 4 Ini...
More aboutSemester 4

Test mY new Blog

Diposkan oleh Deta on Minggu, 27 Juli 2008Jumat, 25 Juli 2008Sabtu, 19 Juli 2008Rabu, 16 Juli 2008

HUew..Test...Test...

Blog Bru Euyh...ini mah yg Ringan -ringan Sajah lah...

salam kenal ajah yah..buat sapa pun yg akan menjadi teman Hidup Blog ini.....

soale blogerna keur kesambet... jadi bikin blog biar kesambet...
halah......

moga ni Blog umurnya panjang....

AMIN ya ALLAH.....
More aboutTest mY new Blog

Follower